Imunisasi Hepatitis B: Siapa Saja yang Wajib

Imunisasi Hepatitis B Siapa Saja yang Wajib

Imunisasi Hepatitis B: Siapa Saja yang Wajib​ – Hepatitis B adalah infeksi virus yang menyerang hati dan dapat menyebabkan penyakit kronis seperti sirosis dan kanker hati. Virus ini mudah menular melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh yang terinfeksi. Oleh karena itu, imunisasi hepatitis B menjadi salah satu vaksin penting yang dianjurkan untuk mencegah penularan virus tersebut.

Namun, tidak semua orang harus mendapatkan vaksin hepatitis B secara rutin. Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap siapa saja yang wajib mendapatkan imunisasi hepatitis B berdasarkan rekomendasi kesehatan nasional dan internasional.

Imunisasi Hepatitis B Siapa Saja yang Wajib
Imunisasi Hepatitis B Siapa Saja yang Wajib

1. Apa Itu Hepatitis B dan Mengapa Vaksinasi Penting?

Hepatitis B disebabkan oleh virus HBV yang dapat menular melalui:

  • Kontak darah, misalnya transfusi atau penggunaan jarum suntik bersama

  • Hubungan seksual tanpa pengaman

  • Dari ibu ke bayi saat persalinan (transmisi vertikal)

  • Kontak dengan luka terbuka atau cairan tubuh yang terinfeksi

Infeksi hepatitis B bisa berlangsung kronis dan menyebabkan kerusakan hati serius. Vaksinasi menjadi cara paling efektif untuk mencegah infeksi dan menekan angka kasus.


2. Siapa yang Wajib Mendapatkan Vaksin Hepatitis B?

a. Bayi Baru Lahir

  • Imunisasi hepatitis B diberikan pada 24 jam pertama setelah lahir.

  • Dilanjutkan dengan dosis lanjutan sesuai jadwal imunisasi dasar lengkap (misalnya 3 atau 4 dosis).

  • Tujuannya mencegah transmisi virus dari ibu yang positif HBV kepada bayi.

b. Ibu Hamil dengan HBV Positif

  • Jika ibu hamil terdeteksi positif hepatitis B, bayi harus mendapat imunisasi lengkap dan imunoglobulin hepatitis B untuk perlindungan maksimal.

c. Tenaga Kesehatan dan Petugas Medis

  • Mereka berisiko tinggi kontak dengan darah dan cairan tubuh pasien.

  • Wajib melakukan vaksinasi lengkap dan pemeriksaan kadar antibodi untuk memastikan kekebalan.

d. Pengguna Narkoba Suntik

  • Karena sering menggunakan jarum bersama, risiko infeksi HBV sangat tinggi.

e. Pasien dengan Penyakit Kronis yang Memerlukan Transfusi Darah

  • Misalnya penderita talasemia atau gagal ginjal yang menjalani hemodialisis.

f. Pasien dengan Riwayat Hubungan Seksual Berisiko Tinggi

  • Termasuk pekerja seks komersial dan pasangan dari penderita HBV.

g. Anggota Keluarga Serumah dengan Penderita HBV

  • Risiko penularan sangat tinggi akibat kontak erat sehari-hari.

h. Orang dengan Kondisi Imunokompromais

  • Pasien HIV/AIDS atau yang menjalani terapi imunosupresif.


3. Jadwal dan Cara Pemberian Vaksin Hepatitis B

  • Dosis pertama diberikan segera setelah lahir (untuk bayi).

  • Dosis kedua dan ketiga biasanya diberikan pada usia 1 dan 6 bulan.

  • Untuk dewasa, jadwal vaksinasi terdiri dari 3 dosis dengan interval 0, 1, dan 6 bulan.

Pemberian vaksin harus sesuai standar untuk menghasilkan kekebalan optimal.


4. Keamanan dan Efektivitas Vaksin

Vaksin hepatitis B sangat aman dan efektif, dengan tingkat keberhasilan pencegahan infeksi hingga 95%. Efek samping yang mungkin terjadi umumnya ringan, seperti kemerahan atau nyeri di lokasi suntikan.


5. Pentingnya Skrining Sebelum Vaksinasi

Beberapa kelompok sebaiknya melakukan tes darah terlebih dahulu untuk mengetahui status infeksi HBV dan kekebalan, terutama tenaga kesehatan dan orang dewasa berisiko.


6. Imunisasi Hepatitis B dalam Program Nasional

Di Indonesia, vaksin hepatitis B sudah termasuk dalam program imunisasi nasional sejak 1997, dengan target utama bayi baru lahir dan kelompok rentan.


7. Imunisasi Booster dan Kekebalan Jangka Panjang

Biasanya, vaksin hepatitis B memberikan perlindungan jangka panjang. Namun, pada beberapa kasus dengan risiko tinggi atau gangguan imun, booster vaksin mungkin diperlukan setelah konsultasi medis.


Kesimpulan

Imunisasi hepatitis B wajib diberikan kepada bayi baru lahir, tenaga kesehatan, dan kelompok berisiko tinggi lainnya sebagai langkah efektif mencegah penularan virus hepatitis B yang berbahaya. Dengan vaksinasi tepat waktu dan lengkap, kita dapat melindungi diri dan orang sekitar dari risiko penyakit hati serius.

Penting untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui status imunisasi dan kebutuhan vaksinasi, terutama bagi Anda yang memiliki faktor risiko. Dengan demikian, pencegahan hepatitis B dapat dilakukan secara optimal dan menyeluruh.